Kamis, 28 Juni 2012

Abu Nuwas


By: Islamiyah Indah

Assalamu’alaikum adik-adik yang manis...
Pernah dengar nama Abu Nuwas/ Abu Nawas??
Pasti dong. Baik dari dongeng orang tua, buku-buku cerita hikmah
Atau dari film-film kartun.
Beliau terkenal dengan tokoh yang humoris.

Abu Nuwas bernama lengkap Abu Nuwas Al-Hasan
Bin Hini Al-Hakami. Tidak ada yang tahu
Secara pasti dimana beliau dilahirkan.
Beliau diperkirakan lahir antara tahun 747 hingga 756 masehi.
Dan meninggal antara tahun 806 atau 814 masehi.

Abu Nuwas muda adalah budak yang cerdas dan berotak encer.
Ia sangat pandai menarik perhatian lawan yang di ajak
berbicara, akhirnya ia dibeli oleh sastrawan berambut
pirang bernama Walibah Ibnu Al-Hubab. Dari Al-Hubab inilah
Abu Nuwas banyak belajar tentang sastra. Hingga ia
menjadi sastrawan ulung  pada masa hidupnya.

Karena berbuat kesalahan, Abu Nuwas dijebloskan
ke dalam penjara oleh Khalifah.
Nah, Adik-adik... saat dipenjara inilah Sang Abu Nuwas
bertaubat kepada Allah. Kalau dulu syair-syairnya banyak
memuji Khamar, sekarang berubah menjadi sajak-sajak
yang penuh dengan kegamaan. Berisi pertaubatannya
kepada Allah yang kental dengan aroma Ilahiah.

Source: Mayara Magazine Dec '08

Rabu, 27 Juni 2012

Ashabul Kahfi


By: Islamiyah Indah
copas from Mayara magazine (dec 08)


Assalamialaikum adik-adik...
Kali ini kakak akan cerita tentang Ashabul Kahfi. Mereka adalah 7 pemuda dan seekor anjing yang tidur dalam gua selama 309 tahun. Wah lama sekali ya... Tetapi adik-adik harus tetap iman dan percaya lho... sebab cerita ini ada dalam Al-Qur’an. Tepatnya surat Al-Kahfi ayat ke 9-26.

Apa Sih Ashabul Kahfi Itu??
Ashabul Kahfi (ashab=penghuni; al-kahfi=gua) adalah 7 pemuda yang menentang Raja Dikyanus atau Decius untuk menyembah berhala dan meninggalkan agama islam. Karena menolak perintah raja inilah maka ketujuh pemuda tersebut diancam akan dibunuh sehingga melarikan diri ke dalam sebuah gua.

Tempat Persembunyian
Menurut sejarah. Karena tidak mampu melawan kekuasaan sang kaisar, akhirnya 7 pemuda tersebut melarikan diri dan bersembunyi di suatu tempat yang sangat aman. Yakni di Gunung Naikhayus. Yang letaknya juga tidak jaug dari kota  Upsus (sekarang Turki).

Selamat Karena Rahmat Allah
Raja marah besar ketika mengetahui 7 pemuda itu telah kabur. Semua rakyat diperintahkan untuk mencari dan menangkap mereka. Akhirnya raja menemukan tempat persembunyian mereka. Namun taka da seorang pun yang sanggup masuk ke dalamnya. Begitulah adik-adik, Allah melindungi hambanya yang beriman!

TINGGALKAN PEMBICARAAN YANG TIDAK BERGUNA


By: Islamiyah Indah
Copas from Mayara Magazine Dec’08

Ketahuilah bahwa sebaik-baik kita adalah menjaga lidah dari semua penyakitnya seperti ghibah, namimah, dusta, debat, dan lainnya. Kemudian kita berbicara dengan hal yang mubah, yang tidak berbahaya bagi diri kita dan orang lain. Tetapi jika kita berbicara tentang sesuatu yang tidak perlukan dan tidak bermanfaat bagi diri kita , maka berarti kita menyia-nyiakan waktu, kita akan dihisab atas perbuatan lidah kita dan berarti kita telah mengganti yang lebih baik dengan yang lebih rendah. Kalau kita pergunakan waktu bicara tersebut untuk berpikir bisa jadi kita akan mendapatkan limpahan rahmat Allah SWT pada saat tafakkur sehingga sangat besar manfaatnya. Sekiranya kita memuji Allah SWT, menyebut dan mengagungkan-Nya niscaya hal itu lebih baik.

Diamnya orang mukmin hendaknya merupakan tafakkur , penglihatnnya merupakan pengambil pelajaran, dan ucapannya merupakan dzikir. Modal seorang hamba adalah waktunya. Bila dipergunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat baginya dan tidak tidak dipakai untuk menimbun pahala untuk akhirat, maka sesungguhnya kita telah menyi-nyiakan modal itu. Oleh sebab itu Rasulullah SAW bersabda,

“termasuk tanda baiknya keislaman seseorang adalah dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Mujahid r.hu berkata, aku mendengar Ibnu Abbas r.hu berkata, “tujuh hal lebih aku cintai ketimbang dirham yang diwakafkan, yaitu:
1.       Janganlah kamu mengatakan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kita, karena sesungguhnya ia merupakan kelebihan (dalam pembicaraan) dan kita tidak aman dari dosa.
2.       Janganlah kita mengatakan sesuatu yang bermanfaat bagi kita tetapi tidak menempatkan pada tempat (yang sesuai), karena bisa jadi orang berbicara tentang sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya tetapi dia meletakkan tidak pada tempatnya sehingga dia berdosa.
3.       Janganlah kita mendebat orang yang santun dan orang yang bodoh karena orang yang santun akan membencimu dan orang bodoh akan menyakitimu.
4.       Sebutlah saudaramu apabila tidak ada dihadapanmu dengan sesuatu yang kita juga ingin agar dia menyebutnya untuk diri kita.
5.       Maafkanlah dia dari kesalahan yang kita juga ingin dia memaafkan kita darinya.
6.       Perlakukanlah saudaramu dengan sesuatu yang kita sendiri ingin agar dia memperlakukan kita dengannya.
7.       Dan perbuatlah perbuatan seseorang yang mengetahui bahwa dirinya akan diganjar dengan kebaikan dan disiksa dengan hal yang haram.

Batasan perkataan yang tidak bermanfaat bagi kita ialah kita mengatakan suatu pembicaraan yang sekiranya kita tidak mengucapkannya maka kita tidak berdosa dan tidak membahayakan keadaan atau harta.

Termasuk dalam pembicaraan yang tidak bermanfaat bagi kita adalh kita bertanya kepada orang lain tentang sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kita, karena dengan pertanyaan itu berarti kita menyi-nyiakan waktu kita dan kita telah memaksa teman untuk menjawabnya sehingga dia pun terbawa kepada hal-hal yang sia-sia. Ini jika hal yang ditanyakan tidak mengandung penyakit, padahal sebagi abesar pertanyaan mengandung penyakit. Jika kita bertanya kepada orang lain tentang ibadah misalnya lalu kita tanyakan “apakah anda puasa?” jika dia menjawab “iya”, maka dia telah menampakkan ibadahnya sehingga ibadahnya ditutupi riya’. Jika tidak disusupi riya’ pun maka ibadahnya pun tidak dalam kategori yang rahasia, padahal ibadah yang sembunyi-sembunyi itu lebih utama beberapa derajat ketimbang ibadah terang-terangan. Jika menjawab “tidak” maka berarti dia berdusta. Jika diam saja maka dia berarti meremehkan dan menyakiti kita. Demikian juga pertanyaan kita tentang berbagai kemaksiatan, tentang setiap hal yang disembunyikan atau tentang sesuatu yang dia malu karenannya.

Obat semua hal tersebut adalah mengetahui bahwa kita akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap kata yang diucapkan, bahwa nafasnya adalah moral, dan lidahny adalah jaring yang bisa dipakai  untuk mendapatkan bidadari surga, sehingga menyia-nyiakan hal tersebut adalah kerugian yang nyata. Wa-allahu a’lam.

KEKASIH SEJATI VS KEKASIH STANDAR


Kekasih standar selalu ingat senyum di wajahmu. Kekasih sejati juga mengingat ketika wajahmu bersedih.

Kekasih standar akan membawamu makan makanan yang enak-enak. Kekasih sejati akan mempersiapkan makanan yang kamu suka.

Kekasih standar setiap detik selalu menunggu telpon dari kamu. Kekasih sejati setiap detik selalu teringat ingin menelponmu.

Kekasih standar selalu mendoakanmu kebahagiaan. Kekasih sejati selalu  berusaha memberimu kebahagiaan.

Kekasih standar mengharapkan kamu berubah demi dia. Kekasih sejati mengharapkan dia bisa berubah untuk kamu.

Kekasih standar paling sebal jika kamu menelpon waktu dia tidur. Kekasih sejati akan menanyakan kenapa sekarang kamu baru telpon?

Kekasih standar akan mencarimu untuk membahas kesulitanmu. Kekasih sejati akan mencarimu untuk memecahkan kesulitanmu.

Kekasih standar selalu bertanay mengapa kamu selalu membuatnya sedih? Kekasih sejati akan selalu menanyakan diri sendiri mengapa membuat kamu sedih?

Kekasih standar selalu memikirkan penyebab perpisahan. Kekasih sejati memecahkan penyebab perpisahan.

Kekasih standar bisa melihat semua yang telah dia korbankan untukmu. Kekasih sejati bisa melihat semua yang telah kamu korbankan untuknya.

Kekasih standar berpikir bahwa pertengkaran adalah akhir dari segalanya. Kekasih sejati berpikir, jika tidak pernah bertengkar tidak bisa disebut cinta sejati.

Kekasih standar selalu ingin kamu disampingnya, menemaninya selamanya. Kekasih sejati selalu berharap selamanya bisa disampingmu, menemanimu.


^itulah sedikit gambaran perbedaan anatara kekasih sejati dan kekasih standar. Semoga bisa menjadi bahan refleksi dan renungan. Semoga bermanfaat^

By: Islamiyah Indah
Disalin dari selembar kertas yang ditemukan di ruang kelas dulu...

Kamis, 21 Juni 2012

Maaf....

Sehitam langit di angkasa
Menyembunyikan cahaya
Seperti aku di balik kaca
Menyembunyikan cinta

Bibir ini terkunci besi
Memendam rasa yang tak pasti
Ingin rasaku menghapus duri
Yang selalu membayangiku setiap hari

Hati ini gelisah
Tak yakin bisa lupakan dirinya
Karna hanya dia yang pernah
Pernah buatku merasa sempurna

Maaf...
Maafkan aku telah mencintainya
Bukan maksudku menciptakan dosa
Dan merusak persahabatan kita

by: Maria
Sumber: Majalah "Aks"

Sahabat Selamanya

kita telah berjanji
kau bintangku dan aku bintangmu
kita kan saling menerangi
di tengah gelap dunia ini

kita telah terikat
dalam canda dan tawa
kebahagiaan masa muda
yang tak ada habisnya

kita telah bersatu
dalam setiap duka dan nestapa
hingga setiap tangis adalah pengikat rasa
dan kita kan lewati setiap masa

by: henny
sumber: majalah "Aks"

Cerita Tentang Bimbel


By: Islamiyah Indah

Les? Bimbel? Kursus? Hanya sekali saya mengikutinya ketika saya duduk di bangku sekolah dasar. Karena diwajibkan oleh sekolah. Itu alasannya.
Saya bungsu dari 3 bersaudara. Semua perempuan. Saat saya SD, 2 kakak saya masih sama-sama menempuh pendidikan formal. Ayah saya seorang tukang bangunan, dan ibu saya seorang penjahit rumahan. Dulu sekolah tidak gratis. Semuanya bayar. Buku, SPP, uang untuk ulangan tengah semester dan akhir semester, uang gedung , dan sebagainya. Tidak ada “Pak BOS” yang sangat baik hati mau membiayai jutaan anak Indonesia agar dapat menempuh pendidikan dasar bahkan menengah secara gratis. Ya, itulah alasannya. Kami murid-murid kelas 6 SD diwajibkan ikut les setiap pukul 6 pagi sebelum satu jam kemudian bel masuk sekolah pada umumnya berbunyi. Les untuk persiapan UKM (Uji Kendali Mutu) yang saat ini telah berganti nama, sistem, dan prosedur menjadi UASBN. Saya bersyukur karena Allah memberi kecerdasan yang cukup lumayan dibanding teman-teman sekelas saya. Sehingga dengan bermodal belajar ditemani ibu di rumah dan tambahan bimbel disekolah, saya tidak mengalami kesulitan bahan kegagalan belajar. Terbukti setelah pengumuman kelulusan, saya dinobatkan menjadi siswa yang memiliki nilai UKM tertinggi di sekolah. Di kelas lebih tepatnya. Karena waktu itu kelas 6 di sekolah saya hanya satu kelas yang terdiri dari 46 siswa.
Banyak teman saya menambah belajar dengan mengikuti bimbel di tempat-tempat ternama yang harganya lebih dari 1 juta per paket program dengan garansi biaya kembali 100% jika anak tidak lulus. Saya yang waktu itu masih 12 tahun, juga sangat ingin bisa les seperti mereka. Tapi saya kembali bersyukur, Allah memberiku nurani yang masih bisa merasakan kesulitan kedua orang tua saya membiayai sekolah 3 orang anaknya. Bagi saya yang memang tidak pernah memegang uang hingga ratusan ribu ketika SD, 30ribu perbulan untuk biaya SPP+Bimbel itu sangat mahal. Saya yakin orangtua saya kesulitan dan terbebani. Belum lagi membiayai kakak pertama saya yang kala itu juga akan menghadarpi UNAS kelas 3 SMKnya serta kakak kedua saya yang masih kelas 2 SMP.
Saya sering melihat buku les teman-teman saya yang mengikuti pendidikan formal yang memberi jaminan kelulusan. Syukurlah, teman-teman saya tidak pelit. Mereka juga tidak enggan bertanya kepada saya jika mereka tidak mengerti. Sering saya bersama teman-teman melakukan tanya jawab soal-soal. Hingga saya pun bisa mendapat tambahan ilmu dari mereka, dari buku mereka, dan cerita tentang metode mengajar guru-guru bimbel mereka yang mengalir begitu saja dari mulut mereka, sehingga saya tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk tahu ilmu yang mereka dapatkan.
Kini saya telah dewasa. 7 tahun selepas saya SD, saya bisa mengambil hikmah dari masa kcil saya yang cukup sulit berkaitan dengan biaya sekolah. Ibu saya sebagai tempat meminta uang (bukan bapak, karena bapak hanya mencari uang tanpa harus pusing memanagenya), pernah bercerita tentang finansial saat anak-anaknya masih sekolah. Ketika kami mengatakan
“Bu, bayar SPP..”
“Bu, beli buku...”
“Bu, bayar angsuran buku...”
“Bu, bayar ulangan...”
“Bu, bayar cicilan uang gedung....”
Dan sebagainya,,,
Ibu hanya mengatakan “iya..” pada kami.
Seraya hati kecilnya berdoa “semoga gajiku dan gaji bapaknya anak-anak barokah sehingga cukup untuk membiayai semuanya”. Ibuku memang orang yang pandai bersyukur Insya Allah. Sehingga ibu tidak pernah merasa kekurangan. Apa-apa yang hendak dibayar Insya Allah bisa dilunasi.
Sekarang saya kuliah di bidang pendidikan. 13 orang tua mempercayai saya untuk membantu setiap anaknya yang membutuhkan bantuan belajar. Dengan gaji yang saya peroleh, saya bisa membantu orang tua saya membiayai kuliah meski belum 100%. Saya bersyukur. Saya satu-satunya anak yang bisa meneruskan ke jenjang perguruan tinggi. Sedang kedua kakak saya langsung bekerja setamat SMK.
“Bersyukurlah pada Dzat Yang Maha Pemberi lagi Maha Pemurah, dan Raihlah Kesuksesanmu!”

Sumber: Pengalaman pribadi